Gelombang Solidaritas di Jimbaran: Ratusan Warga Kawal Proses Hukum Kasus Penganiayaan Puri Gading, Serukan Keadilan Transparan

BADUNG, ELANGBALI.COM – Kasus penganiayaan yang terjadi di kawasan Puri Gading, Jimbaran, Badung, terus melebar dan memicu reaksi publik yang semakin besar. Insiden berdarah yang melibatkan sopir truk tangki FH (23) dan pemuda IGBAK (23) itu tidak hanya mengguncang ketenangan warga, tetapi juga memunculkan dinamika baru berupa laporan balik terhadap beberapa warga yang sempat mengamankan pelaku saat kejadian berlangsung.

Di tengah menghangatnya situasi, masyarakat Jimbaran menunjukkan solidaritas yang kuat. Seruan untuk menggelar aksi damai dukungan moral disampaikan oleh berbagai tokoh adat dan masyarakat. Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan kepada dua warga yang kini menjalani proses hukum terkait dugaan pengeroyokan yang viral di media sosial.

Aksi damai dijadwalkan pada Selasa, 2 Desember 2025, pukul 09.00 Wita, dengan titik kumpul di Lapangan Yoga Perkhanti. Para peserta dihimbau mengenakan pakaian adat madya dengan udeng putih—simbol kesucian dan ketulusan dalam berdoa serta menjaga keharmonisan.

Suasana penuh haru tercipta ketika ratusan warga mulai memadati halaman Polsek Kuta Selatan sejak pagi hari. Tanpa gaduh, tanpa provokasi, warga Jimbaran hadir memberikan dukungan moral bagi dua warganya yang diperiksa penyidik. Sejumlah tokoh masyarakat, bendesa adat, hingga pecalang tampak ikut mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib, aman, dan bermartabat.

Di tengah membludaknya massa, aparat kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai aturan. Penyidik Polsek Kuta Selatan disebut masih memeriksa saksi-saksi, menelusuri bukti-bukti, serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut diproses secara profesional dan proporsional. Kepolisian juga menghimbau warga agar tidak termakan isu liar atau informasi tidak terverifikasi yang beredar di media sosial.

Tokoh masyarakat Jimbaran turut menyampaikan imbauan keras agar seluruh warga tetap menjaga kondusivitas wilayah dan tidak terpancing emosi. “Kita hadir untuk memberikan semangat, bukan untuk mengganggu proses hukum,” ujarnya.

Keberadaan ratusan warga ini menjadi bukti nyata bagaimana insiden Puri Gading telah menggugah empati dan kebersamaan masyarakat. Tak hanya soal hukum, tetapi juga soal harga diri, keamanan lingkungan, dan keharmonisan sosial yang selama ini menjadi identitas Jimbaran.

Seorang tokoh masyarakat Badung juga memberikan pernyataan menohok yang menyentuh aspek sosial dan ketertiban umum. Ia mengingatkan seluruh pihak, baik warga lokal maupun pendatang, agar bersama-sama menjaga keamanan Bali.
Menurutnya, Bali adalah ruang hidup bersama yang harus dihormati oleh siapa pun yang tinggal dan bekerja di dalamnya.

“Untuk saudara-saudara pendatang, silakan mencari makan dan bekerja di Bali. Kami terbuka. Tapi mari kita semua menjaga ketertiban, jangan membuat masalah. Dan untuk warga Bali sendiri, mari kita tetap bersatu menjaga keharmonisan tanah kelahiran kita,” ujarnya.

Kasus Puri Gading kini bukan lagi sekadar perkara penganiayaan, tetapi telah berkembang menjadi simbol solidaritas dan panggilan moral bagi masyarakat Jimbaran untuk bersatu, menjaga kedamaian, dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan secara transparan dan berimbang. Kepolisian memastikan bahwa situasi tetap aman dan setiap perkembangan kasus akan ditangani dengan profesional.

( dede99 )

Pos terkait