Dua Praja IPDN Tewas Diduga Tabrak Lari, Truk Tronton Menghilang di Jalan Arteri Porong

SIDOARJO, ELANGBALI.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan kedinasan Indonesia. Dua praja tingkat akhir Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Adzra Sybil Alvina dan Adinata Putra Ali Rizqullah, meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tragis yang diduga kuat merupakan peristiwa tabrak lari. Insiden memilukan itu terjadi di Jalan Arteri Baru Porong, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (15/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut tidak hanya merenggut dua nyawa muda yang tengah menatap masa depan sebagai abdi negara, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, institusi IPDN, serta masyarakat luas. Hingga kini, kecelakaan itu masih menyisakan tanda tanya besar, lantaran kendaraan yang diduga menabrak korban—sebuah truk tronton—menghilang tanpa jejak usai kejadian.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, sepeda motor yang dikendarai kedua korban diduga ditabrak dari belakang oleh truk tronton yang melaju kencang. Benturan keras membuat kedua praja terjatuh ke badan jalan dalam kondisi mengenaskan. Alih-alih berhenti dan memberikan pertolongan, pengemudi truk tersebut justru diduga langsung melarikan diri, meninggalkan korban tergeletak di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan Porong sore itu.

Korban Adzra Sybil Alvina diketahui merupakan anak kedua dari Camat Wonoayu, Anwar. Sosok Adzra dikenal sebagai pribadi yang tekun dan berdedikasi tinggi dalam menjalani pendidikan kedinasan. Ia tengah berada di fase akhir pendidikannya di IPDN Jatinangor, menapaki langkah terakhir sebelum resmi mengabdi kepada negara. Namun takdir berkata lain. Jenazah Adzra dimakamkan di TPU Desa Urangagung pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB. Isak tangis keluarga, kerabat, dan rekan-rekan praja pecah mengiringi prosesi pemakaman yang penuh haru.

Sementara itu, korban lainnya, Adinata Putra Ali Rizqullah, merupakan warga Dusun Karangpoh, Desa Ponokawan, Kecamatan Krian. Ia juga tercatat sebagai Praja Utama IPDN Jatinangor. Kepergian Adinata meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sederhana yang selama ini menaruh harapan besar pada putra mereka sebagai calon aparatur negara yang akan mengabdi untuk masyarakat.

Polisi memastikan identitas kedua korban setelah menemukan kartu tanda praja dan dokumen resmi di lokasi kejadian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, diketahui bahwa kedua korban berboncengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi W 5596 QL, melaju dari arah Sidoarjo menuju Malang. Saat itu, kondisi jalan dilaporkan licin akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Meski demikian, pihak kepolisian menilai indikasi tabrak lari sangat kuat.

Kapolsek Porong, Kompol Madya Wiraaji, menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan intensif. Polisi kini mengumpulkan keterangan dari para saksi, mengamankan barang bukti di lokasi, serta menelusuri rekaman CCTV di sepanjang Jalan Arteri Baru Porong guna mengungkap identitas truk tronton yang diduga terlibat.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab utama kecelakaan. Namun, ada indikasi kuat tabrak lari. Penyelidikan masih terus kami lakukan untuk mengungkap kendaraan dan pengemudi yang bertanggung jawab,” ujar Kompol Madya Wiraaji.

Tragedi ini menyulut keprihatinan publik. Banyak pihak mempertanyakan tanggung jawab pengemudi truk yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Ke mana perginya truk tronton tersebut? Mengapa pengemudinya tega meninggalkan dua korban yang terkapar tak berdaya di jalan raya?

Di tengah duka yang mendalam, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan. Dua praja IPDN itu bukan sekadar korban kecelakaan lalu lintas, melainkan calon abdi negara yang gugur sebelum sempat mengabdikan diri sepenuhnya untuk bangsa dan negara. Semoga keadilan dapat ditegakkan, dan peristiwa serupa tak kembali merenggut nyawa anak-anak bangsa di jalan raya.

( dd99 )

Pos terkait