Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Polda Bali Gelar Ops Cipkon Agung-2026 untuk Jaga Stabilitas Keamanan Pulau Dewata

Foto : Ist – Direktur Binmas (Dirbinmas) Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro, S.I.K.

Bacaan Lainnya

DENPASAR, ELANGBALI.COM – Menjelang dua momentum besar keagamaan yang sarat makna spiritual dan sosial, Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 serta Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Bali mengambil langkah strategis dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung-2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Mapolda Bali, Minggu (1/3/2026), menjadi penanda dimulainya operasi pengamanan terpadu guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di seluruh wilayah Bali.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Binmas Polda Bali, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., dan diikuti sebanyak 155 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Polda Bali. Secara keseluruhan, Operasi Cipkon Agung-2026 melibatkan kekuatan besar sebanyak 699 personel, terdiri dari 155 personel Satgas Polda Bali dan 544 personel dari jajaran Polres di seluruh kabupaten dan kota.

Dalam amanatnya, Kombes Pol. Suwandi menegaskan bahwa Operasi Kepolisian Kewilayahan II dengan sandi Ops Cipkon Agung-2026 akan berlangsung selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 Maret 2026. Operasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang dan selama perayaan hari raya keagamaan.

Menurutnya, tujuan utama operasi ini adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menekan potensi kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya yang kerap meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

“Operasi Cipkon Agung-2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan wujud nyata tanggung jawab moral dan pengabdian Polri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari suci dengan rasa aman dan nyaman,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Pelaksanaan operasi mengedepankan strategi preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum secara profesional dan proporsional. Berbagai kegiatan telah dirancang, mulai dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, penyuluhan serta pembinaan masyarakat, patroli intensif di titik rawan, pemeriksaan terbatas, hingga penindakan terhadap pelaku kriminalitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Polda Bali juga mengantisipasi sejumlah kerawanan yang berpotensi muncul akibat meningkatnya arus pergerakan masyarakat, baik wisatawan maupun warga lokal. Lonjakan aktivitas tersebut berpotensi memicu kemacetan lalu lintas, tindak kriminalitas konvensional, konflik sosial, hingga risiko bencana alam yang membutuhkan kesiapan respons cepat aparat di lapangan.

“Pergerakan masyarakat akan meningkat tajam. Seluruh personel harus peka terhadap dinamika situasi, melakukan deteksi dini, serta tidak meremehkan potensi sekecil apa pun yang dapat berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Suwandi menegaskan.

Selaku Wakaopsda Cipkon Agung-2026, ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Personel diminta tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang mampu membangun kepercayaan publik melalui sikap profesional, persuasif, dan beretika.

Ia mengingatkan agar seluruh anggota menghindari tindakan arogan serta mengedepankan edukasi kepada masyarakat. Namun demikian, tindakan tegas tetap harus dilakukan secara terukur dan sesuai standar operasional prosedur apabila ditemukan pelanggaran hukum.

“Tugas kita bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara. Bangun komunikasi yang baik, kedepankan pendekatan persuasif, dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Di akhir arahannya, Kombes Pol. Suwandi mengajak seluruh personel menjadikan operasi ini sebagai momentum pengabdian yang dilakukan dengan hati dan dedikasi tinggi demi menjaga Bali tetap damai.

“Mari kita hadir sebagai pelindung dan pengayom yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan disiplin, integritas, dan kerja sama yang solid, saya yakin Operasi Cipkon Agung-2026 mampu memberikan dampak nyata bagi keamanan Bali,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan operasi ini, Polda Bali berharap nilai toleransi, harmoni, dan kebersamaan yang menjadi ciri khas Pulau Dewata tetap terjaga. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana yang tenang dan penuh rasa persaudaraan, sehingga umat Hindu dapat menjalankan Nyepi dalam keheningan sakral, sementara umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita dan kedamaian.

( dd99 )

Pos terkait