CANGGU, ELANGBALI.COM – Keresahan warga dan pelaku usaha di kawasan pariwisata Canggu, Kuta Utara, hingga Pererenan, Mengwi, Kabupaten Badung, kian memuncak. Oknum pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) kembali disorot tajam karena dinilai menjengkelkan, abai aturan, dan merusak ketertiban umum. Mereka disebut kerap mangkal dan parkir sembarangan di titik-titik strategis kawasan wisata, tanpa mengindahkan rambu maupun tempat parkir yang telah disediakan.
Praktik parkir liar ini bukan persoalan sepele. Selain memicu kemacetan, kondisi tersebut mengganggu kenyamanan wisatawan, merugikan pemilik usaha, serta mencoreng citra kawasan pariwisata internasional yang selama ini dijaga dengan susah payah. Keluhan warga dan pengusaha lokal pun terus berdatangan, menandakan masalah ini sudah berada di titik jenuh.
Petugas Linmas Desa Pererenan, Mengwi, dan Canggu, Kuta Utara, telah berulang kali melakukan penertiban terhadap ojol dan taksol yang melanggar. Penindakan tidak lagi sebatas imbauan dan teguran lisan. Karena pelanggaran terus berulang, aparat desa terpaksa mengambil langkah tegas, termasuk tindakan penggembosan ban terhadap kendaraan yang parkir liar dan membandel.
Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana, menegaskan bahwa aksi penertiban yang dilakukan desa adat dan perangkat desa di kawasan Canggu dan sekitarnya merupakan luapan kekesalan warga. Maraknya ojol dan taksi online yang parkir sembarangan dinilai sudah keterlaluan dan menunjukkan minimnya kesadaran tertib berlalu lintas.
“Ini bukan aksi semena-mena. Ini bentuk respons atas keresahan warga yang sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Penertiban dilakukan agar ketertiban, kenyamanan, dan citra kawasan wisata tetap terjaga,” tegasnya.
Warga berharap penindakan tidak berhenti sebagai langkah sesaat. Mereka mendesak adanya ketegasan berkelanjutan serta koordinasi lebih serius dengan pihak terkait dan aplikator transportasi online. Tanpa penegakan aturan yang konsisten, parkir liar ojol dan taksol dikhawatirkan akan terus menjadi penyakit kronis di kawasan wisata Badung, dengan dampak sosial dan ekonomi yang semakin luas.
( dd99 )







