Wayan Setiawan Sindir Karakter Preman Bali: “Galak di Guwungan Saja!”

NUSA PENIDA, ELANGBALI.COM — Pernyataan tajam datang dari penggiat media sosial I Wayan Setiawan yang menyindir keras fenomena premanisme di Bali. Melalui unggahan terbarunya yang kini ramai diperbincangkan, Setiawan menyoroti watak sebagian orang Bali yang disebutnya “galak di guwungan saja.”

Bacaan Lainnya

Dalam narasinya, ia menyinggung bahwa sepanjang sejarah dunia premanisme di Indonesia, belum pernah muncul nama besar dari Bali yang menembus reputasi nasional layaknya Anton Medan, John Kei, Basri Sangaji, atau Hercules.

“Belum pernah saya dengar ada orang Bali jadi tokoh preman di luar Bali, belum satupun. Yang saya tahu, justru orang Bali sering baku bunuh dengan sesama orang Bali. Publik tentu tidak lupa itu,” tulisnya dengan nada sindiran keras.

Tak berhenti di situ, Wayan Setiawan melanjutkan kritiknya dengan perumpamaan yang menohok. Ia menyebut karakter semacam itu mirip ayam jago yang hanya berani berkokok di kandangnya sendiri.

“Nak Bali itu seperti ayam yang galak di guwungan saja. Apalagi kalau lawannya sesama ayam Bali yang lebih kecil, pasti dikejar walaupun sudah jerih ngili. Itulah nak Bali, dan itu fakta,” ujarnya tegas.

Unggahan ini sontak memantik reaksi beragam dari netizen. Ada yang mendukung keberanian Setiawan dalam mengungkapkan realita sosial yang dianggap tabu dibicarakan, namun tak sedikit pula yang menilai ucapannya terlalu kasar dan menyinggung harga diri orang Bali.

Meski demikian, pesan yang disampaikan Setiawan seakan menjadi tamparan keras bagi sebagian pihak yang masih memelihara mentalitas sempit, di mana keberanian hanya ditunjukkan di lingkaran kecil sendiri namun ciut saat dihadapkan pada dunia luar.

Sindiran “galak di guwungan” itu kini viral dan menjadi bahan refleksi sosial tentang seperti apa seharusnya karakter ksatria sejati dari tanah Bali berani bukan untuk menindas sesama, melainkan menjunjung kehormatan dan keberanian yang bermartabat.

( dede99 )

Pos terkait