DENPASAR, ELANGBALI.COM – Drama investasi bodong yang menyeret nama influencer Rusia Sergei Domogatsky yang lebih dikenal sebagai Mr. Terimakasih kian menyerupai film kriminal kelas internasional. Namun bedanya, ini bukan film ini nyata dan kerugiannya nyata: Rp 80 miliar.
Pria berusia 40 tahun yang dulu viral karena gaya hidupnya di Bali itu kini tengah menjadi sorotan dunia internasional setelah 29 warga negara asing melayangkan 30 laporan dugaan penipuan dan penggelapan terkait investasi properti yang dijanjikan Sergei, WNA dari berbagai negara Rusia, Eropa, Amerika Latin, hingga Australia mengaku telah menyetor uang miliaran rupiah untuk proyek properti yang ternyata tak kunjung ada bentuknya.
Ketika laporan-laporan itu masuk ke Polda Bali, publik menduga Sergei akan segera dipanggil untuk klarifikasi dan memang benar, surat panggilan resmi dikirim pada 17 November 2025.,tapi ketika hari H tiba
Sergei tak muncul mangkir tanpa alasan.
Lalu muncullah fakta mengejutkan:
Sergei ternyata sudah kabur lebih dulu ke Malaysia pada 30 Oktober 2025, terbang dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 17.30 WITA. Kabur bahkan sebelum dipanggil polisi. Seperti sudah tahu apa yang akan terjadi.
Polisi tetap menghubungi Sergei lewat telepon dan WhatsApp. Ia menjawab santai:
“Saya berhalangan. Nanti saya kembali setelah menyelesaikan urusan di Malaysia.”
Namun seiring laporan bertambah—dan total uang yang raib mencapai angka fenomenal—penyidik tak tinggal diam.
Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol Ranefli Dian Candra, menegaskan:
“Kasus tetap berjalan sesuai prosedur. Mangkir tidak menghentikan proses hukum.”
“Jika ia kembali tidak hadir dalam panggilan berikutnya, langkah hukum lanjutan siap diambil.”
Sinyal keras itu menandai bahwa kasus ini bukan lagi persoalan influencer “nakal”, tetapi dugaan kejahatan terorganisir yang berpotensi menyeret banyak pihak.
KILAS BALIK: Pola Lama, Masalah Baru
Sergei bukan nama asing di meja aparat penegak hukum.
Maret 2023, ia menghebohkan publik Bali ketika Lamborghini Aventador putihnya melintas di Denpasar dengan pelat nomor palsu bertuliskan “Domogatsky”. Video itu viral, menimbulkan kemarahan warga Bali dan perhatian aparat.
Saat ditelusuri, mobil itu ditemukan di sebuah bengkel body repair di Jalan Trengguli. Hasil pemeriksaan menguak dua masalah besar:
- Pelat Nomor Palsu — melanggar Pasal 280 Jo Pasal 68 UU LLAJ
- Pajak Mobil Nunggak Rp 103 juta — memperkuat dugaan upaya pengelakan kewajiban administratif
Dan saat penyelidikan berjalan?
Sergei kembali hilang. Kabarnya terbang ke Dubai.
Pola yang sama. Modus yang sama. Dan kini, nilai yang jauh lebih besar.
UNSUR PIDANANYA (Dugaan)
- Penipuan (Pasal 378 KUHP)
Sergei diduga menawarkan investasi properti, menerima dana miliaran, namun tidak pernah merealisasikannya. Unsur menggerakkan orang dengan tipu muslihat memenuhi kriteria.
- Penggelapan (Pasal 372 KUHP)
Korban menyetor uang ke rekening atau badan usaha terkait Sergei. Namun dana digunakan untuk kepentingan lain.
- Tindak Pidana Pencucian Uang / TPPU
Bila aliran dana dipindahkan ke luar negeri atau disamarkan melalui perusahaan boneka.
- Pidana ITE (jika promosi dilakukan via media sosial)
Memperjualbelikan produk/investasi fiktif menggunakan konten digital menambah unsur pidana baru.
- Pelanggaran Keimigrasian
Jika terbukti menggunakan izin tinggal untuk aktivitas bisnis ilegal atau kabur menghindari proses hukum.
AMARAH 29 WNA: “INI SKEMA PIRAMIDA BERJUBAH PROPERTI!” Korban dari berbagai negara kini bersatu. Mereka merasa investasi yang ditawarkan Sergei hanyalah skema ponzi berkedok pengembangan vila di Bali. Sebagian bahkan telah menunjuk pengacara untuk memproses kasus ini secara internasional.
Beberapa korban menyatakan: Kalau dia tidak ditangkap, ini hanya akan menjadi preseden buruk. Bali bukan tempat bermain-main.
“Kami datang ke Bali untuk hidup tenang, bukan ditipu influencer.”
Kemarahan ini bukan hanya tentang uang. Tetapi soal reputasi Bali.
Sebuah pulau yang ramah investor dan wisatawan, kini tercoreng oleh seseorang yang pernah menikmati popularitas berkat video “Mr. Terimakasih”-nya.
PERTANYAAN PUBLIK:
Apakah ini Mr. Terimakasih atau Mr. Terimakasih dan Kabur,kasus ini baru dimulai,laporan makin menumpuk,kerugian membengkak dan pola kabur yang sama terus berulang.
Publik kini menunggu langkah tegas dari Polda Bali, sambil bertanya dengan nada sinis sekaligus penuh harap,apakah Bali akan menjadi tempat dia bersembunyi selamanya,atau tempat dia akhirnya mempertanggung jawabkan semuanya.
( dede99 )







