SRAGEN, ELANGBALI.COM – Dugaan perselingkuhan antara seorang pegawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) berinisial RN dan pegawai Kimia Farma berinisial PP, janda anak satu, tengah mengguncang Sragen. Isu yang mencuat bak api di permukaan bumi Sukowati itu bukan hanya menghebohkan dunia maya, tetapi juga menimbulkan kegaduhan di lingkungan kerja, terlebih karena PP diketahui satu kantor dengan istri sah RN di Kimia Farma. Situasi yang ibarat pagar makan tanaman itu kini menjadi perbincangan hangat dan memicu kegeraman di internal DPU.
Kabar dugaan perselingkuhan antara pegawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) berinisial RN dan seorang pegawai Kimia Farma berinisial PP, yang berstatus janda anak satu, tengah menjadi buah bibir di wilayah Sukowati. Isu tersebut mencuat di dunia maya maupun nyata dan menimbulkan kegaduhan, bahkan disebut membuat sejumlah pegawai DPU geram.
Kasus ini semakin menyedot perhatian publik karena PP bekerja satu kantor dengan istri RN di Kimia Farma Sragen, sehingga memunculkan berbagai spekulasi dan keheranan di tengah masyarakat. Banyak yang menyebut situasi ini ibarat pagar makan tanaman.
PP Beri Jawaban Terbuka: “Kalau saya ada hubungan, emangnya kenapa?”
Saat media Elang Bali mencoba mengonfirmasi melalui sambungan telepon, PP memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Dengan nada santai, PP menyampaikan:
“Kalau saya ada hubungan dengan RR, emangnya kenapa? Kalau tidak ada hubungan dengan RN kenapa?” ujarnya sambil tersenyum.
PP bahkan menambahkan pernyataan yang lebih terang: “Kalau saya mengatakan iya, tapi Mas RN tidak mengakui, gimana? Mas telepon saja langsung sama Mas RN,” katanya lagi.
Tak berhenti di situ, PP kembali mengulang: “Silakan hubungi nomor Mas RN. Kalau Mas RN mengakui, saya juga mengakui,” tutur PP masih dengan nada santai.
Di ujung percakapan, PP bahkan sempat bercanda: “Awak media dikira penjual warung HIK di Sragen,” ujarnya membuat awak redaksi terkejut.
Nomor yang Dikirim PP, tapi RN Mengaku Bukan RN
Redaksi Elang Bali kemudian menghubungi nomor telepon yang dikirimkan langsung oleh PP untuk mengonfirmasi ke RN. Namun, jawaban yang muncul justru tidak sesuai dugaan.
Orang yang mengangkat telepon tersebut mengatakan:
“Salah sambung, nama saya bukan RN, tapi Yuda.”
Pernyataan itu sontak membuat redaksi terheran-heran, mengingat nomor itu diberikan langsung oleh PP yang sebelumnya mengklaim bahwa nomor tersebut adalah milik RN.
Penelusuran Getcontact: Muncul 155 Tag “Roni Indarto” Tidak ingin memberikan informasi yang salah kepada publik, redaksi melakukan pengecekan melalui aplikasi Getcontact. Hasilnya, nomor tersebut ternyata memiliki lebih dari 155 penandaan dengan nama “Roni Indarto”.
Temuan ini menimbulkan dugaan bahwa ada upaya mengaburkan informasi atau menutupi kebenaran terkait isu perselingkuhan tersebut.
Sementara itu, Hardiman, salah satu tokoh masyarakat Sragen, angkat bicara terkait mencuatnya dugaan perselingkuhan tersebut. Ia menegaskan bahwa perilaku demikian tidak layak dicontoh, terlebih jika benar pihak yang diduga terlibat sudah berkeluarga.
“Kalau memang benar ada hubungan seperti itu, jelas tidak pantas dicontoh. Apalagi saudara Roni sudah memiliki istri, dan istrinya bekerja satu kantor dengan PP, yang juga berstatus janda anak satu. Ini mencoreng nama baik lingkungan kerja dan masyarakat,” tegas Hardiman.
Ia juga meminta jajaran pemerintah dan instansi terkait untuk tidak menutup mata.
“Kami berharap pimpinan instansi segera mengambil langkah tegas demi menjaga marwah pelayanan publik,” tambahnya.
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala PUPR Sragen, Albert Pramono, ditegaskan akan menindak tegas apabila bawahannya benar-benar terbukti melakukan pelanggaran disiplin.
“Setiap ASN terikat aturan. Jika ada pelanggaran, tentu akan ada proses dan sanksi sesuai regulasi,” kata Albert Pramono dalam pernyataan singkatnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPU Sragen maupun Kimia Farma belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan hubungan terlarang ini. Media Elang Bali masih berupaya meminta klarifikasi dan membuka kanal konfirmasi bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.
( tim )







