Foto : Ist – Komjen Pol Syahardiantono Kabareskrim Polri saat memaparkan rilis akhir tahun 2025 di gedung Rupatama Mabes Polri. Jakarta. Selasa (30/12/2025).
JAKARTA, ELANGBALI.COM – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menorehkan prestasi luar biasa dalam penegakan hukum sepanjang tahun 2025. Di tengah meningkatnya kompleksitas dan dinamika kejahatan, Polda Jatim justru tampil sebagai yang terbaik secara nasional dengan mencatatkan tingkat penyelesaian perkara pidana tertinggi di Indonesia, mencapai 119 persen. Capaian ini menempatkan Polda Jatim di posisi teratas, melampaui seluruh Polda lain di Tanah Air.
Prestasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Syahardiantono, dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri yang digelar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Dalam forum resmi tersebut, Kabareskrim memberikan apresiasi terbuka kepada jajaran Polda yang dinilai paling produktif dan efektif dalam menyelesaikan perkara pidana.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tiga Polda dengan tingkat penyelesaian perkara tertinggi, yaitu Polda Jawa Timur sebesar 119 persen, Polda Kalimantan Tengah 109,89 persen, dan Polda Papua 109,71 persen,” ujar Syahardiantono.
Angka di atas 100 persen bukanlah sekadar statistik kosong. Kabareskrim menjelaskan bahwa capaian tersebut terjadi karena jajaran Polda tidak hanya fokus menyelesaikan perkara yang berjalan pada tahun 2025, tetapi juga secara agresif dan konsisten menuntaskan tunggakan kasus dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan keseriusan, disiplin, dan manajemen penanganan perkara yang kuat, sekaligus menjadi indikator nyata peningkatan kualitas kinerja penyidik di lapangan.
Secara nasional, Polri mencatat total tindak pidana (crime total) sepanjang 2025 mencapai 325.345 kasus. Dari jumlah tersebut, 248.076 kasus berhasil diselesaikan, dengan rata-rata crime clearance rate nasional sebesar 76,22 persen. Angka ini menunjukkan bahwa secara umum kinerja penegakan hukum Polri berada pada jalur positif, meskipun tantangan kejahatan terus berkembang baik dari sisi modus, jaringan, maupun dampak sosialnya.
Sementara itu, kinerja jajaran Bareskrim Polri juga menunjukkan hasil yang solid. Sepanjang 2025, Bareskrim menangani 850 kasus, dengan 803 kasus berhasil diselesaikan, sehingga tingkat penyelesaian perkara mencapai 94 persen. Capaian ini menegaskan peran strategis Bareskrim sebagai garda terdepan dalam penanganan kejahatan skala nasional dan lintas wilayah.
Berdasarkan klasifikasi jenis kejahatan, tingkat penyelesaian perkara kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, serta kejahatan terhadap kekayaan negara masing-masing berada di kisaran 76 persen. Sementara itu, kejahatan yang berimplikasi kontinjensi—yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban—mencatat tingkat penyelesaian hampir mutlak, yakni 98 persen. Angka ini menandakan kehadiran negara yang kuat dalam merespons ancaman-ancaman strategis.
Dalam pemaparan program Asta Cita Penegakan Hukum, Syahardiantono menegaskan bahwa Bareskrim Polri memprioritaskan empat jenis tindak pidana utama, salah satunya adalah pemberantasan judi online yang dinilai merusak sendi ekonomi dan moral masyarakat. Sepanjang 2025, Polri berhasil mengungkap 665 kasus judi online, menetapkan 741 tersangka, serta menyita aset senilai sekitar Rp1,5 triliun. Selain itu, Polri juga memblokir 231.517 situs judi online dan melaksanakan 1.764 kegiatan preemtif sebagai upaya pencegahan.
Tak kalah masif, dalam penanganan tindak pidana narkoba, Polri mencatat penangkapan 64.046 tersangka sepanjang 2025. Barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 590 ton dengan nilai fantastis sekitar Rp41 triliun. Angka ini mencerminkan besarnya ancaman narkoba sekaligus ketegasan aparat dalam memeranginya.
Prestasi Polda Jawa Timur dengan penyelesaian perkara 119 persen menjadi simbol kuat bahwa penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkelanjutan bukan sekadar slogan. Di tengah sorotan publik terhadap institusi Polri, capaian ini menjadi bukti konkret bahwa kerja keras, integritas, dan komitmen dapat menghasilkan kepercayaan dan rasa keadilan bagi masyarakat.
( dd99 )







