PROBOLINGGO, ELANGBALI.COM – Liburan yang seharusnya menjadi momen indah berubah menjadi mimpi buruk bagi rombongan wisatawan asal Thailand saat berkunjung ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Tujuh koper berisi barang berharga dilaporkan hilang dicuri saat minibus yang mereka tumpangi diparkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2/2026).
Peristiwa ini sontak mengguncang rasa aman di salah satu destinasi wisata internasional andalan Indonesia. Saat rombongan kembali dari agenda wisata dan hendak melanjutkan perjalanan, mereka dibuat terkejut mendapati bagian dalam kendaraan sudah dalam keadaan berantakan. Tujuh koper raib tanpa bekas kerusakan mencolok pada pintu maupun kaca mobil, memunculkan dugaan aksi pencurian yang terencana dan profesional.
Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Barang-barang yang hilang bukan sekadar pakaian, tetapi juga kamera, ponsel, tablet, serta perlengkapan pribadi bernilai tinggi. Ironisnya, salah satu koper yang hilang berisi paspor para wisatawan, membuat situasi semakin rumit karena mereka harus segera mengurus laporan kehilangan untuk dapat kembali ke negara asal.
Sempat muncul secercah harapan ketika salah satu koper terlacak melalui GPS hingga wilayah Kota Probolinggo. Namun upaya pencarian bersama aparat kepolisian belum membuahkan hasil. Sinyal pelacak tersebut akhirnya menghilang, diduga dimatikan atau perangkatnya dibuang oleh pelaku.
Kasus ini menjadi sorotan serius karena terjadi di jalur wisata internasional yang setiap hari dilalui wisatawan domestik maupun mancanegara. Keamanan destinasi pun dipertanyakan. Jika wisatawan asing bisa menjadi korban di titik parkir resmi, bagaimana jaminan perlindungan bagi pengunjung lainnya?
Aparat kepolisian setempat menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan pencurian yang menyasar kendaraan wisata. Publik kini menanti langkah tegas aparat, bukan hanya demi mengembalikan barang korban, tetapi juga menjaga citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
Liburan berubah menjadi trauma. Keindahan Bromo tercoreng oleh aksi kriminal. Dan pertanyaannya kini sederhana: siapa yang bertanggung jawab atas keamanan wisatawan di destinasi kelas dunia ini.
( dd99 )







