NEW YORK, ELANGBALI.COM — Langit Manhattan sore itu seolah menyambut langkah seorang putra bangsa yang datang membawa pesan nurani dunia. Setelah menempuh perjalanan udara selama 23 jam dengan Etihad Airways, Wilson Lalengke, tokoh pers dan aktivis kemanusiaan Indonesia, akhirnya tiba di New York City pada Senin, 6 Oktober 2025, pukul 16.00 waktu setempat.
Kedatangannya bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan misi besar untuk menyuarakan kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan di hadapan dunia. Dua hari setelah kedatangannya, pada Rabu pagi, 8 Oktober 2025, Wilson resmi menerima kartu pass masuk Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), simbol kepercayaan dan kehormatan untuk berbicara di forum internasional paling bergengsi tersebut.

Alumni PPRA-48 Lemhannas RI sekaligus Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu dijadwalkan menyampaikan pidatonya pada Kamis, 9 Oktober 2025, dengan fokus pada isu-isu yang menggugah hati nurani: kekerasan terhadap warga sipil, penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan tanpa pengadilan, serta kebebasan pers dan hak asasi manusia.
Wilson menegaskan, langkahnya di PBB bukan sekadar membawa nama organisasi, tetapi mewakili suara rakyat Indonesia yang mendambakan dunia yang lebih adil dan berperikemanusiaan.

“Ini bukan tentang saya, tapi tentang kita semua yang percaya bahwa suara rakyat harus didengar di tingkat global,” ujarnya penuh keyakinan.
Wilson tercatat sebagai pembicara ke-34 dalam sesi konferensi yang berlangsung hingga Jumat, di hadapan para delegasi dunia yang menaruh perhatian pada isu demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia.
Kehadirannya menjadi simbol bahwa suara rakyat Indonesia kini menggema di jantung dunia — di forum PBB, tempat di mana keadilan dan kemanusiaan seharusnya menemukan maknanya.
( dede99 )







