Tragedi di Gianyar: Mandor Baik Hati Dihabisi Buruh Sendiri, Leher Digergaji Setelah Tak Berdaya

GIANYAR, ELANGBALI.COM — Duka mendalam menyelimuti warga Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring. Sosok mandor proyek irigasi yang dikenal ramah dan bertanggung jawab, I Wayan Sedhana, ditemukan tewas mengenaskan. Setelah penyelidikan panjang, terungkap kenyataan pahit: ia bukan korban kecelakaan kerja, melainkan dibunuh secara keji oleh para buruhnya sendiri.

Ketiga pelaku yang tega menghabisi nyawa pria paruh baya itu adalah Nurul Arifin (25), M. Fais (20), dan Sandy Firmansyah (18) tiga pemuda asal Jawa Timur yang bekerja di proyek irigasi yang dipimpin korban. Ironisnya, mereka adalah orang-orang yang pernah menerima rezeki dan kepercayaan dari korban.

Bacaan Lainnya

Hasil penyidikan mengungkap detail yang begitu memilukan. Sebelum dibunuh, korban dianiaya dengan cangkul dan benda tumpul hingga tak sadarkan diri. Saat tubuhnya sudah lemah dan tak berdaya, para pelaku kemudian menggergaji leher korban, memperlakukan jasadnya seolah bukan manusia.

Tangis keluarga pecah saat jenazah korban dibawa pulang. Mereka tak pernah menyangka, kebaikan dan kepercayaan Wayan Sedhana justru dibalas dengan pengkhianatan yang begitu kejam.

Kini, ketiga pelaku telah diamankan dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Namun, bagi keluarga dan rekan-rekannya, kehilangan ini tak akan pernah tergantikan.

Sebuah pelajaran pahit bagi kita semua bahwa kadang, niat baik dan tangan yang memberi bisa berakhir dengan luka terdalam dari orang yang justru kita bantu.

( dede99 )

Pos terkait