foto.Pabrik milik WN Rusia di Taman Hutan Raya Bali
DENPASAR | ELANGBALI.COM – Sungguh mencengangkan! Sebuah pabrik material konstruksi milik warga negara Rusia ketahuan berdiri di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dan hutan mangrove Bali lahan yang sejatinya dilindungi negara.
Lebih parah lagi, di kawasan yang seharusnya steril dari kepemilikan pribadi, justru sudah terbit sertifikat tanah. Ini jelas kejanggalan yang berpotensi menjadi skandal besar
Fakta ini terungkap saat Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak).Sekretaris Pansus, Dewa Rai, mengaku terkejut :
“Sejak saya jadi anggota DPRD tahun 2004, baru kali ini ada sertifikat tanah di kawasan hutan negara.Ini luar biasa aneh dan patut dipertanyakan.
”Ketua Pansus, I Made Supartha, lebih keras lagi menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP Bali yang baru bergerak setelah DPRD mendesak keras :
“Ada apa dengan Satpol PP Bali? Kenapa baru bertindak setelah kami desak? Jangan-jangan ada pembiaran.
Fakta lapangan semakin memperkuat dugaan bahwa banjir bandang yang melanda belakangan ini ikut diperparah akibat alih fungsi kawasan Tahura. Lahan diurug, mangrove dihancurkan, jalur resapan air ditutup oleh bangunan ilegal. Akibatnya, air laut dan limpasan banjir tak terbendung, menghantam masyarakat luas.
Pelanggaran ini jelas bukan sekadar soal izinnamun masuk ranah pidana!Pidana lingkungan hidup: merusak ekosistem Tahura dan mangrove.Pidana tata ruang: mendirikan bangunan ilegal di kawasan lindung negara.
Dugaan mafia sertifikat: terbitnya sertifikat tanah di hutan negara harus diusut tuntas.
Pansus TRAP DPRD Bali menegaskan :
“Kami tidak akan tinggal diam. Tahura harus diamankan dari oknum-oknum perusak lingkungan. Siapa pun dalangnya, termasuk aparat yang bermain di belakangnya, wajib diadili.
Bali sedang darurat! Mafia tanah, pabrik ilegal, dan permainan sertifikat di hutan negara adalah bom waktu yang merusak lingkungan sekaligus mengancam pariwisata dunia.Satpol PP, Aparat Penegak Hukum, dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib turun tangan,Tidak boleh ada kompromi.
Tahura adalah kawasan negara, bukan lahan dagangan untuk mafia tanah atau investor rakus
[ dede99 ]







