UBUD | ELANGBALI.COM – Liburan keluarga pada tanggal 5 september 2025 asal Sydney, Australia, di Bali berubah menjadi pengalaman penuh kepanikan.Flavia McDonald bersama suaminya dan putri mereka, Lorena (12), datang ke Pulau Dewata untuk merayakan Hari Ayah.
Namun, yang seharusnya menjadi liburan bahagia justru berakhir dengan insiden serius ketika Lorena digigit monyet di Monkey Forest, Ubud.Flavia menuturkan, putrinya ingin memberi kejutan pada sang ayah dengan liburan dadakan ke Bali.
Meski cuaca di Seminyak kurang mendukung, mereka memutuskan berkunjung ke Ubud karena diperkirakan lebih cerah. Monkey Forest pun menjadi tujuan wisata utama mereka.Awalnya, keluarga ini mengikuti arahan petugas tentang bagaimana bersikap di sekitar monyet liar.
Namun saat beristirahat di salah satu area, seekor monyet melompat ke bahu suaminya, lalu berpindah ke bahu Lorena. Monyet tersebut mulai menarik-narik pakaian sang anak sebelum akhirnya menggigit lehernya.
“Saya berusaha tetap tenang agar Lorena tidak panik, tapi darah keluar dari lehernya,” ujar Flavia mengenang.Keluarga sempat mencari pertolongan pertama. Namun, staf Monkey Forest menyebut monyet-monyet di sana “bersih” dan hanya menyarankan untuk mencuci luka dengan sabun. Merasa tidak tenang, Flavia langsung membawa putrinya ke klinik medis.
Di sanalah mereka mendapat suntikan vaksin rabies darurat. Namun, rasa lega berubah menjadi kaget ketika pihak rumah sakit memberikan tagihan mencapai Rp 69 juta.”Jumlahnya sungguh konyol.
Kami harus membayar sendiri dulu karena klaim asuransi perjalanan tidak bisa langsung cair,” kata Flavia.
Lorena mendapat beberapa suntikan rabies di area luka dan bagian tubuh lain, serta obat antivirus herpes B yang harus dikonsumsi enam tablet per hari selama dua minggu.
Kisah ini memicu sorotan soal keamanan wisata di Monkey Forest Ubud, terutama minimnya kehadiran staf di lokasi saat kejadian serta kurangnya informasi medis darurat bagi wisatawan yang mengalami serangan monyet.
[dede99 ]







