JAKARTA | ELANGBALI.COM – Dalam program Rakyat Bersuara, isu reformasi Polri kembali mencuat usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat perintah pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri. Langkah ini diambil menyusul sorotan publik terhadap masih maraknya praktik kekerasan dan dugaan pelanggaran HAM yang melibatkan aparat kepolisian.
Sejumlah narasumber kredibel hadir memberikan pandangan kritis, salah satunya Purnawirawan Polri Dharma Pongrekun. Ia menyoroti fakta bahwa banyak laporan hukum masyarakat justru diabaikan, seakan hilang tanpa tindak lanjut yang jelas. Menurutnya, akar masalah bukan sekadar perilaku individu aparat, melainkan cerminan dari buruknya sistem yang bercokol di institusi penegak hukum.
Rakyat pun menuntut agar reformasi Polri tidak sebatas jargon, melainkan perubahan nyata yang mampu mengembalikan kepercayaan publik. Program ini menegaskan, suara rakyat harus menjadi pijakan utama dalam membenahi institusi Polri agar kembali pada marwahnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
( dede99 )







