GIANYAR, ELANGBALI.COM — Ironi pendidikan dasar di Kabupaten Gianyar kembali mencuat. Siang ini, I Wayan Setiawan meninjau langsung kondisi SD Negeri 5 Buahan, Kecamatan Payangan, dan mendapati pemandangan yang sungguh memprihatinkan serta mencederai wajah dunia pendidikan.
Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat lahirnya generasi cerdas, kini justru tampak nyaris roboh, tanpa penyangga bangunan yang layak. Tembok retak, tiang penopang lapuk, dan kondisi ruang kelas yang jauh dari standar keselamatan anak-anak. Mirisnya, sekolah ini berdiri tak jauh dari kediaman Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, yang juga putra asli Payangan.
“Negara kita mengalokasikan 20% APBN untuk pendidikan, tapi di lapangan kenyataannya jauh dari harapan,” tegas Wayan. “Sebagai pemimpin daerah, apalagi yang berasal dari Payangan, seharusnya ada rasa malu melihat kondisi sekolah di depan mata sendiri seperti ini.”
Wayan menegaskan, kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, dan SDM tidak akan bisa tumbuh dari lingkungan pendidikan yang rusak, lembab, dan terabaikan. Ia menyerukan agar para pemimpin di Bali — dari provinsi hingga kabupaten — tidak menutup mata terhadap kondisi sekolah-sekolah dasar yang kian menyedihkan.
“Negara maju karena pendidikannya maju. Tapi bagaimana SDM kita bisa maju jika anak-anak belajar di bangunan yang hampir ambruk?” ujarnya tajam.
Kondisi SD Negeri 5 Buahan kini menjadi cermin nyata kelalaian dan lemahnya tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan dasar. Sebuah peringatan keras bahwa pembangunan tak boleh hanya berhenti pada seremoni dan baliho pencitraan, sementara generasi penerus bangsa belajar di bawah atap yang nyaris runtuh.
( dede99 )







