Tokoh Spiritual Bali Hadiri Prambanan Shiva Festival 2026, Gaungkan Spiritualitas Nusantara

YOGYAKARTA, ELANGBALI.COM — Semangat spiritualitas Nusantara kembali bergema dari pelataran megah saat digelarnya Prambanan Shiva Festival 2026 pada 15–16 Februari 2026. Festival berskala nasional dan internasional ini dihadiri berbagai tokoh adat, sulinggih, dan pemangku dari seluruh Indonesia, termasuk rombongan tokoh spiritual terkemuka dari Bali.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ida Pandita Begawan Pradnyan Sidi Yogi, tokoh spiritual Bali yang juga mantan Anggota DPRD Badung. Ia didampingi mantan Ketua Umum Pasemetonan Sri Karang Buncing Bali yang juga Pembina MIO Bali, bersama Jero Mangku I Made Supatra Karang, Jro Mangku I Made Sunarcha, Wy Junior, Jmk Dewik asal Kuta Bali, serta sejumlah pemangku dan sulinggih lainnya.

Bacaan Lainnya

Kehadiran rombongan dari Bali ini merupakan bagian dari perjalanan spiritual lintas pulau, dari kawasan wisata Kuta menuju Pulau Jawa, dalam rangka menghadiri agenda nasional yang mempertemukan energi spiritual dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan perwujudan nyata sinergi budaya, adat, dan religiusitas lintas wilayah.

Jero Mangku I Made Supatra Karang, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pesemetonan Karang Buncing se-Bali, mengaku bangga dan terharu dapat hadir langsung untuk pertama kalinya dalam kegiatan spiritual berskala internasional di kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.

“Event ini sangat baik dan berpotensi menjadi daya tarik pariwisata, khususnya pariwisata spiritual dan religius. Apabila dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, kegiatan ini diyakini mampu menarik wisatawan internasional,” ujarnya kepada awak media.

Ia menilai kehadiran Wakil Menteri Pariwisata dalam festival tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, budaya, dan spiritualitas Nusantara. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat peradaban spiritual dunia yang berakar pada kearifan lokal.

Prambanan Shiva Festival 2026 juga sarat makna religius. Prosesi penyatuan Tirta Suci dari 36 provinsi serta Tirta Suci dari sembilan candi disakralkan oleh 35 sulinggih dari Parisada Hindu Indonesia Pusat, dengan rekomendasi para tokoh dari berbagai daerah, etnis, dan soroh di seluruh Indonesia. Penyatuan tirta ini menjadi simbol persatuan spiritual Nusantara dalam keberagaman.

Di akhir pernyataannya, Jero Mangku I Made Supatra Karang—yang sebelumnya pernah menerima penghargaan Leading Tourism Indonesia Event Kuta Karnival—menyampaikan harapannya agar festival ini dapat dikembangkan menjadi agenda spiritual tahunan berskala dunia.

Menurutnya, aura sakral bukan hanya menjadi simbol kejayaan masa lampau, tetapi juga energi kebangkitan masa depan. Ia berharap vibrasi spiritual dari perhelatan ini mampu menghadirkan semangat kejayaan, kesuksesan, serta kesucian lahir dan batin bagi seluruh umat yang meyakini kebesaran Ida Hyang Widhi Wasa.

Festival ini bukan sekadar pertemuan spiritual, tetapi juga panggung peradaban—di mana Bali dan Nusantara kembali meneguhkan jati dirinya sebagai pusat harmoni antara budaya, pariwisata, dan spiritualitas dunia.

( dd99 )

Pos terkait