KINTAMANI, ELANGBALI.COM — Suasana tenang di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, mendadak mencekam pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025. Sekitar pukul 07.30 WITA, bentrok berdarah pecah di Banjar Tabu, menewaskan dua warga setempat. Insiden tragis ini dipicu oleh perselisihan terkait lahan parkir jeep wisata yang kerap digunakan untuk mengantar wisatawan ke kawasan Gunung Batur.
Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian bermula ketika MK Arta, warga Desa Songan A, berinisiatif membuka area parkir baru untuk jeep wisata di sekitar lokasi wisata populer tersebut. Namun, langkah itu mendapat penolakan keras dari Jero Semadi dan saudaranya, yang menuding jeep-jeep tersebut melintasi lahan milik keluarga mereka tanpa izin.
Pertikaian mulanya hanya berupa adu argumen. Namun, situasi cepat memanas hingga terjadi bentrok fisik antara kedua kubu. Warga sekitar yang mencoba melerai tak mampu menghentikan emosi yang sudah membara. Dalam kekacauan itu, Jero Semadi dan saudaranya mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolsek Kintamani bersama aparat Polres Bangli langsung turun tangan untuk mengamankan lokasi dan mengantisipasi bentrok susulan. Garis polisi kini terpasang di sekitar area kejadian. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kronologi lengkap, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden berdarah ini.
Situasi di Desa Songan saat ini dilaporkan berangsur kondusif, meski masih dijaga ketat oleh aparat keamanan untuk mencegah aksi balasan. Bentrok ini menjadi peringatan keras bahwa persoalan lahan dan ekonomi wisata di kawasan pegunungan Kintamani masih menyimpan potensi konflik sosial yang serius jika tidak segera dimediasi secara adil dan bijak.
( dede99 )







