JAKARTA, ELANGBALI.COM – Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri, Komisaris Jenderal Chryshnanda Dwilaksana, menyerukan pesan moral yang kuat bagi seluruh anggota Polri: jangan sombong, jangan bohong, dan jangan menyakiti hati masyarakat. Dalam seminar nasional reformasi kepolisian yang digelar di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Rabu (8/10/2025), Chryshnanda mengutip ungkapan ikonik dari karakter Mandra dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan “sombong amat” dan “nyakitin semua” sebagai refleksi agar setiap anggota Polri lebih membumi dan berempati.
“Stop sombong, stop bohong, stop nyakitin. Konteks ini untuk melayani dan melindungi masyarakat dengan ikhlas,” tegasnya.
Ia menekankan, reformasi Polri bukan sekadar perubahan struktur, melainkan transformasi nilai dan perilaku agar keamanan yang tercipta bersifat damai, bukan mencekam. Tim yang dipimpinnya kini tengah mengkaji berbagai aspek penting yang harus menjadi fokus dalam agenda reformasi Polri.
Tim Transformasi Reformasi Polri yang dipimpin Chryshnanda ini berbeda dengan tim reformasi Polri yang akan dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyebut, tim versi pemerintah akan diumumkan pekan depan.
Dorongan reformasi Polri semakin menguat pasca kerusuhan di Jakarta dan sejumlah daerah pada akhir Agustus lalu. Dalam peristiwa itu, polisi menetapkan 959 orang sebagai tersangka, di antaranya 295 masih berusia anak-anak. Situasi ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk berbenah dan meneguhkan kembali jati diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis dan berintegritas.
( dede99 )







