“Kisah Pengabdian Tanpa Cacat: Kapolsek Sedayu AKBP Slamet Subiyantoro Raih Kenaikan Pangkat Pengabdian sebagai Teladan Polisi Jujur hingga Purna Tugas”

BANTUL, ELANGBALI.COM – Di tengah berbagai dinamika tugas kepolisian yang penuh tantangan, masih ada sosok-sosok yang menjaga marwah institusi dengan dedikasi tanpa cela. Salah satu figur tersebut adalah AKBP Slamet Subiyantoro, S.H., Kapolsek Sedayu, yang pada Selasa, 2 Desember 2025 menerima kenaikan pangkat pengabdian dalam Upacara Korp Rapor yang berlangsung khidmat di Halaman Mapolres Bantul. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, S.H., S.I.K., M.H., dan menjadi momen penting yang mencerminkan apresiasi negara terhadap pengabdian seorang polisi yang menuntaskan dinasnya tanpa noda.

Kenaikan pangkat pengabdian bukanlah penghargaan yang diberikan kepada semua personel, melainkan sebuah bentuk kehormatan tinggi dari institusi bagi anggota yang terbukti menjalankan amanah kepolisian dengan kesetiaan, integritas, disiplin, serta rekam jejak bersih selama masa dinasnya. Dan itulah yang digambarkan oleh perjalanan panjang seorang AKBP Slamet Subiyantoro, sosok polisi yang dikenal rendah hati, tegas, dan tak pernah sekalipun tersandung pelanggaran, mulai dari awal karier hingga memasuki masa purna.

Bacaan Lainnya

Dalam amanatnya, Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menegaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian merupakan puncak apresiasi atas dedikasi tanpa cacat seorang anggota Polri.


“Kenaikan pangkat pengabdian bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi merupakan pengakuan negara atas loyalitas, integritas, serta pengabdian tanpa cacat yang telah dibuktikan selama masa dinas,” ujarnya.

Kapolres juga secara khusus memberikan apresiasi mendalam kepada AKBP Slamet Subiyantoro—seorang perwira yang dalam setiap langkah kariernya selalu menjunjung prinsip kejujuran dan kesetiaan pada tugas.
“Kepada AKBP Slamet Subiyantoro, saya menyampaikan ucapan selamat disertai rasa bangga. Beliau mencapai titik ini karena integritas dan profesionalitas yang tidak pernah luntur. Selama berdinas, tidak pernah ada catatan pelanggaran. Ini merupakan prestasi yang patut menjadi teladan,” tegas AKBP Novita.

Lebih jauh, Kapolres berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri, terutama generasi muda yang kini memegang tongkat estafet pengabdian.
“Tugas Polri bukan hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga kesetiaan, kejujuran, dan komitmen hingga akhir masa bakti. AKBP Slamet Subiyantoro adalah salah satu bukti bahwa pengabdian yang tulus akan kembali pada diri sebagai penghormatan tertinggi,” tambahnya.

Upacara yang penuh rasa haru dan kebanggaan itu menjadi saksi sebuah perjalanan panjang seorang polisi yang memilih setia pada prinsip-prinsip moral meski berada di tengah profesi penuh risiko dan godaan. Pencapaian AKBP Slamet Subiyantoro bukan hanya penghargaan personal, tetapi juga cermin bahwa masih banyak figur Polri yang bekerja dengan hati, jujur, dan mengutamakan pelayanan publik.

Menutup sambutannya, Kapolres Bantul berpesan agar AKBP Slamet Subiyantoro terus menjaga kehormatan diri dan institusi hingga masa purna tiba.
“Semoga Bapak terus menjadi sosok yang menginspirasi kami semua. Pengabdian Bapak adalah contoh bahwa menjadi polisi yang jujur hingga purna bukan hanya mungkin, tetapi mulia dan sangat membanggakan,” ucap Kapolres.

Sosok AKBP Slamet Subiyantoro memang layak dijadikan teladan. Di tengah sorotan terhadap berbagai pelanggaran oknum, beliau membuktikan bahwa integritas adalah nilai yang tidak dapat dibeli. Semangatnya menjadi cermin bahwa Polri dibangun oleh banyak pribadi baik—anggota yang bekerja dalam senyap, menjaga amanah, dan mengabdikan diri sepenuhnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

( hms – dd99 )

Pos terkait