Putra Terbaik Jembrana Menembus Pusat: Kombes Pol I Made Sukawijaya, Alumni Akpol 1997, Nahkodai Direktorat Polair Baharkam Polri

DENPASAR, ELANGBALI.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggulirkan mutasi besar-besaran terhadap jajaran perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi dan penguatan komando. Mutasi tersebut tertuang dalam dua surat telegram penting, yakni ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026. Langkah ini menegaskan komitmen Kapolri dalam menyiapkan kepemimpinan yang adaptif, profesional, dan siap menjawab tantangan tugas kepolisian yang kian kompleks.

Di tengah dinamika mutasi tersebut, nama Komisaris Besar Polisi I Made Sukawijaya, S.I.K., M.Si. mencuat sebagai salah satu figur yang mendapat kepercayaan strategis. Putra terbaik asal Dusun Badingkayu, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997, resmi diangkat sebagai Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) pada Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri. Jabatan ini bukan sekadar posisi struktural, melainkan simpul penting yang mengintegrasikan operasi perairan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menjaga keamanan nasional.

Bacaan Lainnya

Rekam jejak Sukawijaya dikenal solid. Sebelum dipercaya di tingkat pusat, ia pernah mengemban amanah sebagai Kapolres Buleleng, wilayah dengan dinamika keamanan yang menuntut kepemimpinan tegas sekaligus humanis. Di ujung utara Pulau Bali tersebut, ia menanamkan budaya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme kepada seluruh jajaran. Pendekatan kepemimpinan yang konsisten—mengutamakan pelayanan publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penguatan internal—menjadi modal berharga yang kini dibawanya ke Korpolairud.

Pengangkatan sebagai Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri merupakan pengakuan atas kapasitas kepemimpinan dan integritasnya. Bidang perairan memiliki karakteristik khusus: wilayah kerja luas, ancaman lintas batas, kejahatan maritim, keselamatan pelayaran, hingga kebutuhan koordinasi antarlembaga. Di titik inilah pengalaman operasional Sukawijaya berpadu dengan visi pemanfaatan TIK—menjadikan penegakan hukum lebih presisi, responsif, dan terkoordinasi.

Bagi Bali, dengan karakter geografis kepulauan dan intensitas aktivitas maritim yang tinggi, kehadiran perwira dengan pemahaman mendalam di sektor perairan adalah kebutuhan strategis. Pengalaman nasional yang kini diemban Sukawijaya menjadi bekal penting, bukan hanya untuk penguatan institusi di pusat, tetapi juga sebagai modal pengabdian saat kelak kembali ke daerah kelahiran. Publik Bali, khususnya Jembrana, menaruh harapan besar pada figur yang lahir dari tanah mereka—figur yang meniti karier dari satuan wilayah hingga panggung strategis Polri.

Kiprah Kombes Pol I Made Sukawijaya adalah cermin bahwa dedikasi, konsistensi, dan profesionalisme membuka jalan pengabdian yang lebih luas. Dari Badingkayu ke Baharkam Polri, dari pengabdian lokal ke tanggung jawab nasional—namanya kini menjadi representasi prestasi perwira Bali yang membawa harum daerahnya. Publik menanti momentum berikutnya: ketika pengalaman nasional itu kembali diturunkan ke tanah kelahiran, untuk memperkuat keamanan, ketertiban, dan rasa aman masyarakat Bali.

( dd99 )

Pos terkait